Kategori

Jumat, 22 Juni 2012

Sistem Periodik Unsur


Sistem periodik unsur adalah daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan tertentu. Semua unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut.


Gambar 1. Sistem periodik unsur.

Sistem periodik unsur disusun berdasarkan hukum periodik yang menyatakan bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Artinya, jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya, maka sifat-sifat tertentu akan berulang secara periodik.
1.    Periode
Lajur-lajur horizontal dalam sistem periodik disebut periode. Sistem periodik unsur terdiri atas 7 periode. Jumlah unsur pada setiap periode sebagai berikut.
Periode
Jumlah Unsur
Nomor Atom
1
2
3
4
5
6
7
2
8
8
18
18
32
32
1 – 2
3 – 10
11 – 18
19 – 36
37 – 54
55 – 86
87    – 118

2.    Golongan
Kolom-kolom vertikal dalam sistem periodik disebut golongan. Penempatan unsur dalam golongan berdasarkan kemiripan sifat. Sistem periodik modern terdiri atas 18 kolom vertical. Ada dua cara penamaan golongan, yaitu:
·            Sistem 8 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan yang masing-masing terdiri atas golongan utama (golongan A) dan golongan tambahan (golongan B). Unsur-unsur golongan B disebut juga unsur transisi. Nomor golongan ditulis dengan angka Romawi. Golongan-golongan B terletak antara golongan IIA dan IIIA. Golongan VIIIB terdiri atas 3 kolom vertical.
·            Sistem 18 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi ke dalam 18 golongan, yaitu golongan 1 sampai dengan 18, dimulai dari kolom paling kiri. Unsur-unsur transisi terletak pada golongan 3 – 12.
Beberapa golongan unsur dalam sistem periodik mempunyai nama khusus, di antaranya:
·         Golongan IA               : logam alkali (kecuali hidrogen)
·         Golongan IIA              : logam alkali tanah
·         Golongan VIIA           : halogen
·         Golongan VIIIA          : gas mulia
3.    Unsur Transisi dan Transisi Dalam
a.      Unsur Transisi
Sebelumnya telah disebutkan bahwa unsur-unsur yang terletak pada golongan-golongan B, yaitu golongan IIIB hingga IIB (golongan 3 – 12) disebut unsur transisi atau unsur peralihan. Unsur-unsur tersebut merupakan peralihan dari golongan IIA ke golongan IIIA, yaitu unsur-unsur yang harus dialihkan hingga ditemukan unsur yang mempunyai kemiripan sifat dengan golongan IIIA.
b.      Unsur Transisi Dalam
Dua baris unsur yang ditempatkan di bagian bawah Tabel Periodik disebut unsur transisi dalam, yaitu terdiri dari:
·         Lantanida, yang beranggotakan nomor atom 57 – 70 (14 unsur). Ke-14 unsur tersebut mempunyai sifat yang mirip dengan lantanum (La), sehingga disebut lantanoida atau lantanida
·         Aktinida, yang beranggotakan nomor atom 89 – 102 (14 unsur). Ke-14 unsur tersebut mempunyai sifat yang mirip dengan aktinium (Ac), sehingga disebut aktinoida atau aktinida.
4.    Perkembangan Sistem Periodik Unsur
a.    Pengelompokan logam dan non logam
Penggolongan unsur yang pertama dilakukan oleh Lavoisier yang mengelompokkan unsur ke dalam logam dan non logam. Pada waktu itu baru sekitar 20 jenis unsur yang sudah dikenal. Contoh logam : emas, perak, tembaga dan aluminium. Contoh non logam yaitu : oksigen, hidrogen, belerang dan fosfor.
b.    Triade Dobereiner
Pada tahun 1829, Johann Wolfgang Dobereiner, seorang profesor kimia dari Jerman mengemukakan bahwa massa atom relatif stronsium sangat dekat dengan massa rata-rata dari dua unsur lain yang mirip stronsium, yaitu kalsium dan barium. Dobereiner juga mengemukakan beberapa kelompok unsur yang mempunyai gejala seperti itu. Oleh karena itu Dobereiner mengambil kesimpulan bahwa unsur-unsur dapat dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang disebutnya triade. Namun sayang, Dobereiner tidak berhasil menunjukkan cukup banyak triade sehingga aturan tersebut bermanfaat.
Triade
Ar
Rata-rata Ar unsur Pertama dan Ketiga
Kalsium
Stronsium
Barium
40
88
137

c.  Hukum Oktaf Newlands
Pada tahun 1864, seorang ahli kimia dari Inggris bernama A.R. Newlands mengumumkan penemuannya yang disebut hukum oktaf. Newlands menyusun unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Ternyata unsur yang berselisih 1 oktaf (unsur ke-1 dan ke-8, unsur ke-2 dan ke-9, dst) menunjukkan kemiripan sifat. Daftar unsur yang disusun Newlands berdasarkan hukum oktaf diberikan pada tabel berikut.
1.   H
8. F
15. Cl
22.Co&Ni
2.    Li
9. Na
16. K
23. Cu
3.     Be
10. Mg
17. Ca
24. Zn
4.   B
11. Al
18. Cr
25. Y
5. C
12. Si
19. Ti
26. In
6. N
13. P
20. Mn
27. As
7. O
14. S
21. Fe
28. Se

Hukum oktaf Newlands ternyata hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan, kira-kira sampai dengan kalsium (Ar= 40). Jika diteruskan, ternyata kemiripan sifat terlalu dipaksakan. Misalnya, Ti mempunyai sifat yang cukup berbeda dengan C maupun Si.
d.    Sistem Periodik Mendeleev
Pada tahun 1869, seorang sarjana Rusia bernama Dmitri Ivanovich Mendeleev, berdasarkan pengamatannya terhadap 63 unsur yang sudah dikenal ketika itu, menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya, jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.
  
Tabel sistem periodik Mendeleev
Periode
Gol. I
Gol. II
Gol. III
Gol. IV
Gol. V
Gol. VI
Gol. VII
Gol. VIII
1
2
3
4
5
6

7
8
9
10

11
12
H=1
Li=7
Na=23
K=39
(Cu=63)
Rb=85

(Ag=108)
Cs=133
(-)
-

(Au=199)
-

Be=9,2
Mg=24
Ca=40
Zn=65
Sr=87

Cd=112
Ba=137
-
-

Hg=200
-

B=11
Al=27,3
- =44
- =68
?Yt=88

In=113
?Di=138
-
?Er=178

Ti=204
-

C=12
Si=28
Ti=48
- =72
Zr=90

Sn=118
-
-
?La=180

Pb=207
Th=231

N=14
P=31
V=51
As=75
Nb=94

Sb=122
-
-
Ta=182


O=16
S=32
Cr=52
Se=78
Mo=96

Te=125
-
-
W=184

-
U=240

F=19
Cl=35,5
Mn=55
Br=80
- =100

J=127
-

-

-
-



F=56, Co=59

Ru=104, Rh=104
Pd=106, Ag=108

-----

Os=195, Ir=197
Pt=198, Au=199

-----

e.    Sistem Periodik Modern dari Henry G. Moseley
Pada awal abad 20, setelah penemuan nomor atom, Henry Moseley menunjukkan bahwa urutan unsur-unsur dalam sistem periodik Mendeleev sesuai dengan kenaikan nomor atomnya. Penempatan telurium (Ar=128) dan iodin (Ar=127) yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatif, ternyata sesuai dengan kenaikan nomor atomnya (nomor atom Te=52 dan I=53).
Sistem periodik yang kita kenal saat ini adalah sistem periodik modern dari Moseley (lihat gambar 1).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar